mimpi semakin jelas dua orang yang tidak asing dalam hidupku ayah dan ibu, hah,,,, aku menghela perasaan rindu ini terasa makin menyesakkan kapan aku bisa bebas berkumpul dengan mereka. waktu merenggut kebersamaan dengan kejamnya. tapi aku tidak ingin mengeluh lebih banyak lagi, hidup ini pilihan yang kadangkadang sangat sulit untuk kita memilihnya.
sedikit demi sedikit tubuhku mulai terangkat, namun aku malas untuk membuka mata membiarkan sang angin meniup larut ingatanku tentang masa lalu yang perih.
ku perjelas perasaanku pada sebuah buku dan sebatang pena yang bertinta biru.kertas yang telah mengusam.....
" lambat laun ku sesap aroma tubuh yang tak lagi asing
tergerai selembar demi selembar halaman
ku torehkan bisikan dan ungkapan rindu yang meluap
kapan aku bisa memelukmu seutuhnya mereka yang sekarang
aku ingin kita selalu bersama merakit hari dengan canda dan tawa
ku bunuh segala ragu
ku tusuk belati trauma masa lalu
apa peduliku bila dia pun tak lagi peduli padaku
aku harus bisa mencekal bulir-bulir kata "ingin kembali"
aku harus menyiram air raksa pada kata "tak rela"
dan aku harus lebi kejam dari pada singa
lari kemanapun dia tetap akan merasa kena karma
sebab dua tubuh pernah menyatu
saling menikmati untuk mencapai harmonisasi
lalu pergi karena terlalu cinta mati pada kisah silam
aku tertawa dan lalu menangis seperti orang gila karena kebodohanku yang terlalu merelakan segala hal. sedangkan dia hanya manusia yang tak punya pikiran serta hati nurani, aku ingin membunuhnya tapi akal sehatku masih terlalu baik untuk itu.
ku biarkan dan saat ini kujalani lembaran baru :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar